Bandar303 – Semen Padang Datangkan Stevie Bonsapia

Sentuhan Papua agaknya kembali mewarnai Tim Kabau Sirah Semen Padang (SP). Setelah kepergian Elie Aiboy, Vendry Mofu dan Josua Pahabol, tim asuhan Jafri Sastra mendatangkan mantan gelandang Persipura dan Perserui, Stevie Glory Melianus Bonsapia. Minggu, siang kemarin, pemain kelahiran Papua 10 Mei 1988  itu tiba di Padang untuk menjalani  tes kemampuan dan stamina.

Sebelumnya SP gagal menghadirkan mantan striker U-21 Persipura yang musim lalu juga berkostum Perserui, Benny Dacosta. Meski sudah dikirimi tiket Papua-Padang oleh manajemen  SP, namun ia tak muncul dan tak ada kabar sama sekali. “Saya tak tahu kabarnya meski sudah berjanji akan datang dan dikirimi tiket. Muhammad Nur Iskandar yang merekomendasikan Benny, juga kehilangan kontak,” jelas Jafri Sastra kemarin siang.

Pada laga uji coba melawan PSPS Pekanbaru, Sabtu (25/1) dan berakhir imbang 1-1, Jafri juga mencoba Taufik (PSMS) dan Sansan Fauzi, dua calon pemain yang akan mengisi posisi gelandang dan striker. Tetapi setelah diamati dan berdiskusi dengan manajemen serta penasehat teknis, Suhatman Imam, keduanya belum mampu memberikan kontribusi berarti bagi tim.  Sesampai di Padang, Minggu pagi, keduanya langsung dipulangkan. “Benar, kita sudah berikan tiket kembali ke daerah asalnya,” tambah CEO SP, Erizal Anwar.

Kini harapan SP terkonsentrasi kepada Stevie. Jika  pemain seangkatan Boaz Salossa itu mampu menunjukan kemampuannya sesuai harapan pelatih, maka ia menjadi satu-satunya pemain asli Papua yang merumput bersama SP. Meski M. Nur Iskandar juga kelahiran Papua, tetapi ia  bukan putra asli Papua.

Seperti disampaikan Jafri, ia berharap Stevie akan menjadi pemain terakhir yang ia rekomendasikan kepada manajemen. Meski timnya membutuhkan minimal dua pemain lagi di posisi gelandang bertahan dan satu striker. “Kalau ia oke, ia bisa memainkan peran di dua posisi. Bahkan ia juga bisa bermain di sayap kanan atau kiri,” jelasnya.

Diakui Jafri, Stevie sudah punya nama dan punya jam terbang bagus di Liga Indonesia. Bahkan ia pernah dipanggil Timnas era pelatih Nil Maizar. Tapi karena waktu itu PSSI masih dualisme, maka ia gagal membela tim Merah-Putih. “Kalau fisiknya bagus dan tidak sedang dalam cidera, kemungkinan ia akan menjadi bagian SP. Kalau kemampuan fisiknya yang kurang bukan masalah. Pelatih fisik akan memperbaikinya. Tetapi kalau cedera, akan sulitnya baginya untuk bersaing,” tambah Jafri.

(Yos Rizal)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s