Bandar303 – Insiden Kontroversial di Laga Persipura vs Persiba

JAKARTA, Bandar Bola  Kompetisi sepakbola Indonesia kembali tercoreng dengan sikap tidak fair dari para pelakunya. Mulai dari sikap tidak tegas wasit, hingga kekerasan yang dilakukan oknum pemain masih terus saja terjadi.

Preseden buruk ini terjadi pada laga lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang mempertemukan tuan rumah Persipura Jayapura kontra Persiba Balikpapan di Stadion Mandala, Jayapura, Kamis 20 Februari petang WIT.

Dalam laga yang disiarkan secara langsung oleh RCTI  itu, banyak keputusan aneh yang dikeluarkan wasit Ahmad Suparman. Dia tidak tegas dalam mengambil keputusan, dan terkesan takut akan intimidasi pemain tuan rumah.

Insiden pertama yang terjadi pada menit ke-44, ketika Persiba melakukan serangan balik. Aksi Bio Paulin yang menjatuhkan Fernando Soler saat kalah sprint, sempat memancing kericuhan kecil

Anehnya, setelah berkonsultasi dengan wasit keempat, Ahmad Suparman yang sebelumnya sempat mengganjar Bio Paulin dengan kartu kuning, justru menganulir keputusannya itu karena menganggap Soler sudah terjebak offside. Padahal, dalam tayangan ulang, Soler dalam posisi on side saat rekannya mengirim umpan terobosan.

Kejadian janggal kembali terjadi pada menit ke-70. Dalam situasi sepak pojok untuk Persiba, bek Persipura Andri Ibo melakukan tindakan tidak terpuji dengan menendang pemain Persiba, Aris Alfiansyah. Lagi, Suparman yang berada cukup dekat dengan tempat terjadinya insiden, lalai melihat kejadian itu.

Tak berhenti sampai di situ, Suparman kembali tidak bisa bersikap tegas ketika aksi kekerasan kembali dilakukan pemain Persipura. Kali ini oleh Dominggus Fakdawer yang memukul Fernando Soler pada menit ke-86.

Kejadian bermula ketika keduanya terjatuh usai berduel merebut bola. Fakdawer yang jatuh ditimpa Soler lantas dengan sengaja memukul wajah pemain asal Argentina tersebut. Dalam gerak tubuhnya, dia mengaku diinjak dengan sengaja oleh Soler, namun dalam tayangan ulang, terlihat Soler terjatuh karena hilang keseimbangan, dan tidak menginjak tubuh Fakdawer.

Jika berkaca pada kompetisi sepakbola di belahan bumi mana pun, jelas insiden di atas harus diganjar kartu merah.Contoh, saat Cristiano Ronaldo diusir keluar lapangan hanya karena mendorong pemain Athletic Bilbao, beberapa waktu. Namun, Suparman justru hanya memberikan kartu kuning pada Fakdawer!

Puncak ketidaktegasan Suparman dalam memimpin laga ini, terjadi pada masa injury time di mana dia memberikan hadiah penalti kepada Persipura. Dia menunjuk titik putih karena menilai pemain Persiba, Arifki Eka Putra melakukan handsball. Namun, kembali, dalam tayangan ulang, bola terlihat hanya mengenai pinggul Arifki.

Keputusan ini sontak membuat para pemain Persiba berang dan melancarkan protes, meski mereka pada akhirnya tetap menerima keputusan yang membuat mereka kalah 0-1.

Usai pertandingan, skuad besutan Jaya Hartono ini kembali melancarkan protes karena merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit. Bahkan, Fernando Soler tertangkap kamera tengah beradu argumen dengan ofisial Persipura sambil menunjukkan wajahnya yang terlihat lebam di bagian pipi sebelah kiri, bekas pukulan Fakdawer.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s